Indolucky7
Indolucky7

Naik Turun Real Madrid, Finis Ke-2 Jika Ditangani Solari, Ke-8 Kalau Bareng Zidane

zidane

Penampilan inkonsisten mengiringi langkah Real Madrid pada musim ini. Mereka bahkan bisa mencatat hasil lebih buruk dari finis ketiga di Liga Spanyol. Real Madrid mengakhiri perjuangan mereka pada musim kompetisi musim 2018-2019 dengan hasil buruk.

Menjamu Real Betis pada pekan pamungkas Liga Spanyol, Minggu (19/5/2019), Real Madrid dibekuk dengan kekalahan dua gol tanpa balas.

Kekalahan atas Real Betis sekaligus menegaskan pencapaian minor Real Madrid sepanjang musim ini. Salah satu penyebab kegagalan Real Madrid tentu saja adalah kondisi internal yang tidak stabil menyusul pergantian pelatih yang terjadi lebih dari sekali.

Setelah skandal membajak pelatih timnas Spanyol, Julen Lopetegui, jelang Piala Dunia 2018, El Real terpuruk hingga terpaksa dua kali mengganti juru taktiknya. Ibcbet.

Pengganti pertama, Santiago Solari, sempat memberi harapan dengan rentetan hasil positif hingga berbuah kontrak permanen dari Los Merengues. Tetapi Solari ujung-ujungnya juga berada dalam tekanan. Beberapa alasan di antaranya adalah penampilan yang kembali inkonsisten serta relasi tak harmonis dengan beberapa pemain.

Dosa Solari semakin besar menyusul menguapnya kans juara Real Madrid di tiga kompetisi: Copa del Rey, Liga Spanyol, dan Liga Champions, dalam tempo sepekan. Kekalahan memalukan dari Ajax Amsterdam pada babak 16 besar Liga Champions membuat Solari akhirnya diberhentikan untuk digantikan Zinedine Zidane. Akan tetapi pencapaian Zidane juga sama saja. Aura pemenang yang ditunjukkannya di skuat Los Merengues dalam periode kepelatihan sebelumnya juga urung tampak.

Zidane ‘cuma’ meraih 51,51 persen dari total poin yang berpeluang dikumpulkan. Lebih baik dari Lopetegui memang, tetapi buruk jika dibandingkan dengan Solari. Media Spanyol Marca lantas membandingkan tabel klasemen Liga Spanyol jika kompetisi dilangsungkan saat masa jabatan ketiga pelatih Real Madrid tersebut.

Julen Lopetegui menjadi yang terburuk. Mulai menjabat sejak start kompetisi, dia cuma meraup 14 poin, hasil dari 4 kali menang, 2 kali imbang, dan 4 kekalahan.

Pada akhir era Lopetegui, Real Madrid terdampar di posisi kesembilan. Mereka kalah tujuh poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen. Sementara saat jaman Solari, catatan Real Madrid agak mendingan. Dari 17 laga, Karim Benzema dkk mencatat 12 kemenangan, 1 imbang, dan 4 kekalahan.

Jika LaLiga hanya digelar pada periode itu, Real Madrid akan finis di posisi kedua. Mereka mengumpulkan 37 poin, hanya kalah dari Barcelona yang masih di pucuk. Adapun jika kompetisi dimulai tepat sebelum Zidane dilantik, Real Madrid cuma akan bertengger di urutan kedelapan klasemen akhir.

Mengoleksi 17 poin dari 11 pertandingan, Real Madrid kalah poin dari Barcelona, Valencia, Atletico Madrid, Espanyol, Sevilla, Athletic Bilbao, dan Villareal.

Incoming search terms:

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*