Indolucky7
Indolucky7

Pernah Ditonton 100.000 Suporter di GBK, Legenda Malaysia Minta Harimau Malaya Tak Perlu Cemas

21

Legenda timnas Malaysia, Datok Soh Chin Aun, mengatakan bahwa tim Negeri Jiran jangan terlalu dipusingkan oleh pihak keamanan nantinya di Stadion Gelora Bung Karno. Ia pun menceritakan pengalamannya sewaktu ditonton oleh ratusan ribu suporter di GBK

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sempat was-was terkait keamanan pada pertandingan antara timnas Indonesia melawan Malaysia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (5/9) WIB. FAM pun meminta PSSI untuk menyiapkan keamanan yang ketat guna untuk keselamatan para penggawa Harimau Malaya.

Hal ini diwaspadai oleh FAM, mengigat duel klasik antara timnas Indonesia melawan Malaysia selalu berjalan dengan panas.

Menurut salah satu legenda timnas Malaysia, Datok Soh Chin Aun, tim Harimau Malaya tak perlu mencemaskan terlalu berlebihan terkait keamanan nantinya di GBK. Sewaktu membela timnas Malaysia era 1970-an, Chin Aun menceritakan bahwa dirinya pernah ditonton hingga mencapai ratusan ribu suporter di markas timnas Indonesia.

“Meskipun penonton lebih dari 100.000 pada waktu itu, permainan kami berjalan dengan baik,” kata Chin Aun dilansir dari Berita Harian.

”Soal keamanan, kami diserahkan semua kepada pihak yang bertanggung jawab. Yang penting adalah bahwa pemain harus memaksimalkan keterampilan mereka yang ada sesuai intruksi pelatih untuk menghasilkan permainan berkualitas,” ucapnya. Ibcbet WAP.

Chin Aun menyebut hal yang patut diperhatikan ketika melawan timnas Indonesia di GBK adalah mental yang kuat untuk bisa mengatasi tekanan yang bakal ditujukan oleh suporter kepada timnas Malaysia.

”Komitmen tinggi dan kekuatan mental sangat penting untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga pada laga ini,” ucap Soh Chin Aun.

”Saya percaya bahwa jika semua pemain fokus pada pekerjaan mereka, maka permainan akan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Incoming search terms:

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*